Part 13: Sejarah Grup (2)
Mengenai Saya
Rabu, 02 Agustus 2017
Senin, 31 Juli 2017
Little Photon: Journey to The Edge of Universe (Part 12)
Part 12: Sejarah Grup (1)
Kini Gamma telah berhadapan dengan Hijau-1.
"Senang berjumpa deng..", belum selesai Gamma berkata, Hijau-1 memotongnya.
"Upss, apapun itu yang ingin kau ucapkan, tahan dulu. Sekarang adalah giliranku bertanya padamu. Hhmmmm.... kecuali kau ingin memujiku. Apa kau ingin memujiku?"
Gamma menjawab: "Tidak Tu.."
"Uppsss... Jika kau tidak memujiku makan tahan kata-katamu. Sekarang giliranku berbicara. jika aku berbicara, kau mendengarkan. Kau boleh bicara jika aku ijinkan kau bicara. Apa kau paham?"
"Ya Tu..."
"Uppss, aku belum mengijinkanmu untuk bicara. Ingat, kau hanya boleh bicara jika kuijinkan untuk bicara. Kau mengerti?"
Gamma diam tidak mengeluarkan suara apapun.
"Hai Photon muda, jika ada yang bertanya padamu, kau harus menjawab. Apalagi jika yang bertanya adalah Photon tua nan berwibawa sepertiku."
Gamma masih diam.
"Huh, dasar generasi sekarang tidak mengerti sopan santun".
"Tapi Tu..."
"Uppssss... aku masih belum mengijinkanmu bicara", Hijau-1 kembali memotong perkataan Gamma. Gamma pun kembali diam.
"Aku hanya iseng padamu, hohohooho.... Kau boleh bicara sekarang", ucap Hijau-1 sambil tertawa.
"Tuan ini ada-ada saja", balas Gamma. Dia pun lega karena telah lepas dari keisengan Hijau-1.
"Aku memperhatikan seluruh percakapanmu dengan VHF-64. Kau ingin menanyakan padaku sejak kapan Ketua Umum menjadi Ketua Umum, ya kan?".
"Benar Tuan Hijau-1", Gamma merespon perkataan Hijau-1.
"Hohohohoho... kebetulan aku sedang memiliki waktu luang. Aku akan menceritakan sejarah Grup ini padamu".
"Bukannya kau memang tidak memiliki kegiatan selain melakukan keisengan terhadap anggota baru?", celetuk salah satu photon.
"Berisik, dasar amatir", balas Hijau-1.
"Wah aku mau mendengarnya Tuan Hijau-1", ucap Gamma bersemangat.
"Hohohohoho.... tapi sebelum itu Kau harus dapat menjawab pertanyaanku dengan secara tepat".
"Baiklah. Apa pertanyaanmu Tuan Hijau-1?"
"Hohohoho siapkan dirimu. Ini pertanyaanya".
"Kau sedang tersesat di suatu titik di matahari. kemudian kau bertemu dua partikel neutrino yang tidak kau kenal. Kau menanyakan arah pulang pada mereka. Satu neutrino menunjukkan suatu arah, sedangkan neutrino yang lain menunjukkan arah yang berlawanan dengan arah yang ditunjukkan neutrino pertama. Ke mana arah yang benar akan membawamu pulang?"
"Gamma pun langsung menjawab,"Tidak tahu Tuan".
Hijau-1 langsung terkaget. "Tidak mungkin!!, jawabanmu benar. Aku terkejut. Woooaaawwww..!! bagaimana kau dapat langsung menjawab pertanyaanku dengan tepat?".
"Iya Tuan. Alasannya adalah neutrino itu buta arah. Jadi percuma jika aku menanyakan arah pada mereka", Gamma menjelaskan alasan dari jawabannya.
"Hohohohohoho..... benar sekali. Baiklah, karena kau berhasil memberikan jawaban yang benar, aku akan menceritakan sejarah Grup ini padamu".
"Padahal dijawab salah pun kau akan tetap menceritakan sejarah Grup ini", kembali terdengar celetuk salah satu photon di dekat situ.
"Hohohoho... abaikan saja perkataan para amatir itu. Aku akan mulai bercerita".
"Dahulu kala ada lima partikel photon yang masing-masing menjadi pemimpin satu kelompok utama. Partikel tersebut adalah Gamma, Ultraungu, Visual, IR, dan Radio. Saat itu hanya pemimpin yang memiliki identitas dan belum ada pembagian tipe seperti sekarang."
"Masing-masing kelompok memiliki sejumlah anggota. Aku termasuk ke dalam anggota kelompok yang dipimpin Visual. Begitu juga Ketua Umum merupakan anggota kelompok yang dipimpin Ultraungu".
"Kami berlima membentuk aliansi demi mencapai cita-cita menerangi alam semesta. Kami sepakat untuk selalu bersama. Kami pun pergi keluar dari matahari".
Namun tidak lama berselang, kami tiba di sebuah planet yang tidak bersahabat. Kami terkena badai magnetik menyebakan formasi grup menjadi hancur. Aliansi pun terpecah. Di tengah badai tersebut, Aku kehilangan kesadaran. Saat terbangun, aku bersama beberapa photon lain terjebak di dalam suatu kotak."
Hijau-1 bercerita dengan sangat antusias. Gamma pun semakin terfokus pada cerita Hijau-1.
Sabtu, 29 Juli 2017
Brainstorm: Mengukur Massa Inersia
Ya lanjut lagi. Jika di sesi sebelumnya telah dibahas secara cukup detail menurut saya tentang sistem pengukuran massa gravitasi pakan, maka pada sesi kali ini yang dibahas adalah analisis sistem pengukuran massa inersia pakan. Sempat saya singgung sedikit perbedaan antara pengukuran massa inersia dengan pengukuran massa gravitasi di sesi brainstorm pertama. Pengukuran massa gravitasi memanfaatkan interaksi massa objek terukur dengan gravitasi bumi, sedangkan pengukuran massa inersia memanfaatkan hukum 3 newton dan hukum kekekalan momentum serta melibatkan proses tumbukan antara objek terukur dengan objek lain.
Parameter penting yang perlu diketahui terkait dengan pengukuran massa inersia pakan adalah massa jenis pakan dan ukuran pakan. Pengukuran massa jenis pakan tidak bisa sembarangan, perlu metode khusus agar massa jenis yang terukur dapat sedekat mungkin dengan nilai sebenarnya. Pembahasan terkait metode khusus pengukuran massa jenis akan dibahas di sesi lain jika saya niat untuk bahas.
Ada dua jenis pakan, jenis pakan terapung dan jenis pakan tenggelam. Untuk pakan terapung, massa jenisnya kurang dari 1 gr/cm3, sedangkan untuk pakan tenggelam massa jenisnya lebih dari 1 gr/cm3.
Proses pengukuran adalah sebagai berikut. Pertama, pakan dijatuhkan dengan debit konstan. Selanjutnya pakan yang jatuh akan menumbuk load cell. Tumbukan berulang perlu dihindari, dengan demikian posisi load cell tidak boleh tegak lurus terhadap arah jatuh pakan. Memiringkan posisi load cell sebesar 450 akan memenuhi persyaratan yang diminta barusan, sekaligus memudahkan analisis tumbukan. Pergeseran load cell akibat tumbukan sangat kecil sehingga dapat diabaikan. Tumbukan antara butiran pakan dengan load cell akan bersifat elastik sebagian. Tidak ada informasi koefisien restitusi tumbukan antara butiran pakan dengan load cell, dengan demikian analisis tumbukan untuk kasus elastik sempurna dan inelastiks sempurna perlu dilakukan untuk mendapatkan range impuls yang terbaca sensor. Load cell dengan kapasitas 1 kg seharusnya sudah lebih dari cukup. jika ternyata terlalu sensitif, ganti dengan load cell dengan kapasitas 5 kg.
Sistem pengukuran ini tidak dapat diterapkan pada feeder yang ada sekarang karena mekanisme transfer pakan yang sangat berbeda. sistem sekarang menggunakan penakar yang bersifat diskret, sementara sistem feeder dengan sensor pengukur massa inersia ini menggunakan penakar kontinu. Dari sisi material, energi, dan kerumitan desain, feeder yang menerapkan sistem pengukuran massa inersia akan lebih sederhana dibandingkan dengan sistem saat ini.
Ya cukup dulu untuk saat ini. Lanjut lagi nanti, atau besok, atau dua hari lagi, atau kapanpun saya pengen.
Proses pengukuran adalah sebagai berikut. Pertama, pakan dijatuhkan dengan debit konstan. Selanjutnya pakan yang jatuh akan menumbuk load cell. Tumbukan berulang perlu dihindari, dengan demikian posisi load cell tidak boleh tegak lurus terhadap arah jatuh pakan. Memiringkan posisi load cell sebesar 450 akan memenuhi persyaratan yang diminta barusan, sekaligus memudahkan analisis tumbukan. Pergeseran load cell akibat tumbukan sangat kecil sehingga dapat diabaikan. Tumbukan antara butiran pakan dengan load cell akan bersifat elastik sebagian. Tidak ada informasi koefisien restitusi tumbukan antara butiran pakan dengan load cell, dengan demikian analisis tumbukan untuk kasus elastik sempurna dan inelastiks sempurna perlu dilakukan untuk mendapatkan range impuls yang terbaca sensor. Load cell dengan kapasitas 1 kg seharusnya sudah lebih dari cukup. jika ternyata terlalu sensitif, ganti dengan load cell dengan kapasitas 5 kg.
Sistem pengukuran ini tidak dapat diterapkan pada feeder yang ada sekarang karena mekanisme transfer pakan yang sangat berbeda. sistem sekarang menggunakan penakar yang bersifat diskret, sementara sistem feeder dengan sensor pengukur massa inersia ini menggunakan penakar kontinu. Dari sisi material, energi, dan kerumitan desain, feeder yang menerapkan sistem pengukuran massa inersia akan lebih sederhana dibandingkan dengan sistem saat ini.
Ya cukup dulu untuk saat ini. Lanjut lagi nanti, atau besok, atau dua hari lagi, atau kapanpun saya pengen.
Jumat, 28 Juli 2017
Brainstorm: Mengukur Massa Gravitasi
Ya brainstormnya lanjut lagi. Kali ini brainstorming tentang pengukuran massa gravitasi pakan.
Sebelumnya sudah sempat dibahas kalau pengukuran massa gravitasi itu dari sisi proses lebih mudah dibandingkan pengukuran massa inersia. Kali ini pembahasannya akan lebih detail.
Katakanlah massa total pakan plus dispenser mencapai 60 kg. Menggunakan perhitungan kasar, tiga buah load cell dengan kapasitas beban 20 kg sudah mencukupi keperluan sistem pengukuran. Kenapa dipilih tiga buah load cell berkapasitas 20 kg. Bukankah bisa saja menggunakan cukup satu buah load cell dengan kapasitas 100 kg. Jawabannya, ya bisa saja. akan tetapi dari sisi kesetimbangan mekanik, feeder yang hanya menggunakan satu buah load cell kesetimbangannya tidak stabil karena hanya bertumpu di satu titik. Agar dapat mencapai kesetimbangan stabil, paling sedikit diperlukan tiga titik tumpu. Karena itu diperlukan minimal tiga buah load cell karena load cell ini selain sebagai sensor berat juga sebagai titik tumpu dispenser.
Posisi load cell diletakkan di tepian dispenser masing-masing berjarak 1200 satu sama lain. Ini bertujuan agar pusat massa dispenser berada di titik terendah relatif terhadap tumpuan, sehingga kondisi paling stabil tercapai.
Terkait dengan pemasangan load cell, yang menjadi masalah adalah sekarang ini dispenser dengan kaki feeder didesain menjadi satu kesatuan alias tidak dapat dilepas-pasang secara mudah. Jadi lokasi pemasangan sensor yang paling tepat untuk sistem feeder yang telah ada saat ini adalah di kaki-kaki feeder.
Selanjutnya bahas sensitivitas sensor. Umumnya, load cell memiliki "rated output" sebesar 2mV/V. Rated output itu sederhananya adalah besar tegangan keluaran load cell ketika beban sebesar kapasitas yang tertera diberikan padanya. Misal dalam kasus ini kapasitas load cell adalah 20 kg, jadi jika pada load cell diberi beban sebesar 20 kgf atau sekitar 200N, maka load cell akan menghasilkan tegangan keluaran sebesar 2mV/V. Jika load cell diberi tegangan eksitasi sebesar 5V (tegangan eksitasi ini semacam Vcc lah), maka tegangan keluaran sensor adalah 10mV (2mV/V x 5V = 10 mV). Tegangan keluaran sensor ini akan dibaca oleh modul HX711. Modul ini akan menguatkan level tegangan output sensor, kemudian mengubahnya menjadi data digital. Modul ini memiliki resolusi ADC 24 bit, dan dapat diatur pada tingkat penguatan 32x, 64x, dan 128x. Pada mode penguatan 32x, tegangan maksimum yang dapat dikonversi menjadi data digital oleh modul adalah 80mV. Akan tetapi, beban 20kg akan menghasilkan tegangan keluaran sensor sebesar 10mV, dan setelah dikuatkan 32x akan menjadi 320mV, empat kali lebih besar dari tegangan maksimum yang dapat diolah modul. Karena itu akan perlu pembagi tegangan dengan output seperempat input. Karena modul hx711 memiliki resolusi 24 bit, maka perubahan tegangan terkecil yang dapat dibaca oleh modul adalah 10mV/2^24 = 6 x 10-7 mV. Jika 10mV setara dengan 20kg, maka 6 x 10-7 mV akan setara dengan 12 x 10-7 kg atau sekitar 1,2 mg. Jadi secara teori, sistem ini memenuhi persyaratan sensor sistem.
Yah cukup segini dulu brainstorm sesi ini. Dilanjut lagi nanti dengan pembahasan sensor massa inersia.
Yah cukup segini dulu brainstorm sesi ini. Dilanjut lagi nanti dengan pembahasan sensor massa inersia.
Kamis, 27 Juli 2017
Brainstorming: Sensor Massa Pakan
Ok, rehat dulu dari urusan si photon. Sekarang beralih dulu ke masalah kerjaan. Untuk diketahui bersama, feeder "eF" itu punya masalah yang bisa dibilang cukup serius terkait dengan pengukuran massa pakan yang dilontarkan. Variabel penting yang diperlukan oleh pengguna feeder adalah data pakan yang diberikan ke ikan per jadwal makan. Masalahnya adalah, yang diukur oleh feeder adalah lamanya dosing (takaran) berotasi, bukan massa pakan yang sebenarnya. Asumsi yang digunakan adalah, dosing berotasi dengan kecepatan sudut yang diketahui, dan massa pakan yang ditakar oleh dosing juga diketahui. Kesalahan fatal dalam hal menggunakan pendekatan ini adalah, konsistensi jumlah pakan yang ditakar atau kecepatan sudut dosing tidak terjamin. Banyak variabel yang dapat mengubah nilai kedua parameter ini misalnya penurunan tegangan listrik, gesekan, penyumbatan pakan, dan lain hal.
Karena yang diperlukan adalah informasi total massa pakan yang diberikan, maka pengukuran yang perlu dilakukan adalah pengukuran massa. Metode yang digunakan dapat menggunakan metode langsung ataupun metode tidak langsung. Metode yang digunakan di feeder "eF" saat ini adalah metode tidak langsung. Untuk metode langsung, dapat menggunakan metode pengukuran massa inersia atau massa gravitasi. Pengukuran massa inersia memanfaatkan hukum Newton dan hukum kekekalan mometum, sedangkan pengukuran massa inersia memanfaatkan interaksi massa terukur dengan medan gravitasi matahari.
Tinjau pengukuran massa gravitasi dahulu. Dari sisi instrumentasi, pengukuran massa gravitasi lebih mudah dilakukan. Cukup menggunakan 3-4 buah load cell ditambah sedikit pemrograman mikrokontroller, dan selesai. Kendalanya adalah, massa total feeder mencapai lebih dari 60kg, sedangkan ketelitian yang diinginkan adalah dalam orde gram. Jadi agar pengukuran massa gravitasi dapat dilakukan, diperlukan load cell yang dapat menahan beban hingga katakanlah 70kgf atau sekitar 700 N, namun cukup teliti untuk dapat mendeteksi perubahan gaya berat sebesar 1 grf atau sekitar 10 mN. Maasalah selanjutnya adalah, ketika pakan yang jatuh dilontarkan ke kolah, benturan yang dihasilkan antara pakan dengan kipas pelontar akan mempengaruhi pembacaan load cell. Oleh sensor, efek benturan ini akan diterjemahkan sebagai penambahan (atau pengurangan) massa pakan yang dilontarkan. Karena pelontar terikat ke feeder, maka efek tumbukan ini perlu diperhitungkan, atau setidaknya perlu diuji apakah efeknya signifikan atau tidak.
Selanjutnya adalah pengukuran massa inersia. Dibandingkan pengukuran massa gravitasi, pengukuran massa inersia dari sisi instrumentasi lebih sederhana. Satu buah load cell sudah cukup untuk melakukan pengukuran. Load cell dapat dirancang agar hanya mengukur impuls akibat benturan antara pakan dengan sensor saja, tanpa perlu mengukur massa total feeder yang mencapai lebih dari 60 kg tadi. Dengan demikian penggunaan load cell berkapasitas kecil namun memiliki ketelitian tinggipun dapat dilakukan. Hanya saja, sebagai ganti simplisitas instrumen, definisi parameter terkait sensor harus didefinisikan dengan jelas. Parameter tersebut antara lain debit pakan jatuh, kecepatan pakan sesaat sebelum menumbuk load cell, sudut pantulan pakan, jarak titik tumbukan relatif terhadap titik tumpu sensor, massa jenis pakan serta massa total dan dimensi sensor, termasuk momen inersia sensor. Selain itu, getaran mesin pelontar berpotensi menganggu hasil bacaan sensor. Semakin besar momen inersia sensor, semakin besar efek getaran mesin pada sensor.
Yah cukup segini dulu lah brainstorming sesi ini. Akan dilanjutkan di sesi berikutnya.
Rabu, 26 Juli 2017
Little Photon: Journey to The Edge of Universe (Part 11)
Part 11: Anggota Tertua Grup
Setelah Ketua Umum pergi, Gamma kembali mencoba untuk menikmati pesta penyambutan yang belum memperlihatkan tanda akan berhenti. Perhatiannya terfokus ke satu titik dekat sudut ruangan. Di titik tersebut banyak terlihat photon berkumpul, tapi Gamma tidak mengetahui apa yang mereka lakukan. Karena penasaran, Gamma pun bergerak menuju titik tersebut.
"Sepertinya ada sesuatu yang menarik di tempat ini", ucap Gamma setelah sampai di titik tersebut.
"Wohoho, lihat siapa yang datang bergabung, anggota baru grup kita, Sang Gamma-1!!", seru salah satu photon di sana.
"Hai Gamma, mari bergabung dengan kami. Kemarilah aku traktir kau", ucap photon yang lain. "Aku VHF-64, golongan radio. Ini kuberikan padamu sebagai hadiah perkenalan. Seraplah", lanjut photon yang memberikan traktiran kepada Gamma yang ternyata beridentitas VHF-64.
"Hai semua, senang berjumpa dengan kalian", Gamma memberikan salam kepada seluruh photon di tempat tersebut. "Terima kasih atas traktiranmu VHF-64. Tapi ini apa? aku belum pernah lihat", ucap Gamma sambil memperhatikan wadah yang disodorkan.
"Ini adalah medan listrik. Sangat baik untuk kesehatanmu. Ayo seraplah", jawab VHF-64.
"Baiklah akan kucoba". Gamma pun menyerap medan listrik yang diberikan VHF-64.
"Wah ini sangat menyegarkan. Bagaimana cara mendapatkannya?", tanya Gamma.
"Kau harus membelinya dari pedagang medan listrik", jawab VHF-64.
"Membeli? apa itu?", Gamma tidak mengerti dan kembali bertanya.
"Jadi kau belum pernah melakukan transaksi energi ya. Membeli itu adalah proses menukarkan sejumlah energi untuk mendapatkan sesuatu hal. Dalam hal ini, mendapatkan medan listrik", VHF-64 menjelaskan pengertian membeli secara singkat.
"Aku pernah mendengar istilah energi sebelum ini. Ah iya, ketika aku bertanya pada Tuan Neutron. Dia meminta sejumlah energi sebagai syarat menjawab pertanyaanku.", Gamma mengingat momen pertemuannya dengan Neutron.
"Hooo kau bertemu dengan Neutron dan bertanya padanya? Dia akan memberikanmu informasi yang tidak benar namun juga tidak salah apabila kau tidak memberinya energi. Dulu aku juga pernah bertanya padanya dan dia menyesatkanku. Untungnya saat itu telingaku sedang sakit jadi perkataannya kurang jelas dan aku malah langsung sampai ke markas besar", balas VHF-64.
"Kau beruntung. Aku dibuatnya berputar-putar mengelilingi inti matahari selama lebih dari 13 ribu tahun", ucap Gamma.
"Hahaha, kasihan kau Gamma". Beberapa photon tertawa mendengar penuturan Gamma.
"Apa kalian tahu sejak kapan Ketua Umum menjadi Ketua Umum?", tiba-tiba Gamma bertanya tentang Ketua Umum.
"Ya kami tau, tapi kami kurang layak untuk menjawab pertanyaanmu. Photon terbaik yang dapat memberikan jawaban untuk pertanyaanmu adalah Hijau-1", jawab VHF-64.
"Hijau-1? di mana aku dapat bertemu dengannya?", tanya Gamma.
"Hohohohohoho..... sepertinya ada yang menyebut identitasku", tiba-tiba terdengar suara dari belakang Gamma.
Gamma pun memutar membalikkan badan, tapi dia tidak melihat ada partikel photon.
"Hohohoho.... aku dibelakangmu wahai photon baru", suara tersebut kembali terdengar.
Gamma pun kembali membalikkan badan. Tapi tetap tidak dapat menemukan sumber suara tersebut.
"Apakah engkau Tuan Hijau-1? aku tidak dapat melihatmu".
"Hohohohoho... benar, aku adalah Hijau-1".
"Di mana engkau Tuan? Aku tidak dapat melihatmu wahai Tuan Hijau-01".
"Hohohoho.... sudah aku katakan bahwa aku ada di belakakangmu", jawab Hijau-1.
"Tapi aku sudah melihat ke belakang dan tetap tidak dapat melihatmu", balas photon.
"Hohohoho... tidak wahai photon baru. Yang kau lihat itu masih arah depan. Ketika kau berputar, arah belakangmu juga ikut berputar, hohohohoho....".
"Jadi bagaimana caranya agar aku dapat melihatmu Tuan?"
"Hohohohohoho.... kau harus melihat ke arah belakang tanpa memutar arah".
"Hah? apakah itu mungkin Tuan", tanya Gamma.
"Tentu saja tidak mungkin, hohohohohohoho......", jawab Hijau-1. "Yeah, selalu berhasil terhadap anggota baru, hohohohohohoho...", Hijau-1 melanjutkan tawanya.
"Ya sudah. Kau bisa berbalik untuk melihatku sekarang. Aku tidak akan usil lagi", lanjut Hijau-1.
"Baiklah Tuan Hijau-1". Gamma pun membalikkan badannya. Dia pun berhadapan dengan Hijau-1, Anggota tertua di Grup.
Senin, 24 Juli 2017
Little Photon: Journey to The Edge of Universe (Part 10)
Part 10: Gamma
Pesta penyambutan anggota grup Photon yang baru masih berlangsung. Kini para anggota baru telah memiliki identitas baru, termasuk photon yang kini beridentitas Gamma-1. Photon pun senang sekaligus bingung. Senang karena memiliki identitas baru sekaligus teman-teman baru. Bingung karena tidak mengerti apa itu Gamma, Ultraungu, dan lain-lain.
"Hai Gamma-1, selamat bergabung dengan grup ini. Karena kau satu-satunya photon bertipe Gamma dalam grup, tidak masalah kan jika aku memanggilmu dengan sebutan Gamma saja? untuk menyingkat sebutan", salah satu photon menyapa Gamma-1.
"Oh, hai. Ya tentu saja boleh, tidak masalah bagiku", balas Gamma. "Dan engkau, boleh aku tahu siapa identitasmu?", Gamma balik bertanya.
"Aku adalah IR-255. Ya kau boleh memanggilku dengan sebutan IR. Tapi hanya boleh jika hanya ada kau dan aku saja. Tidak sepertimu, aku bukanlah satu-satunya photon berjenis IR di grup ini.", balas IR-255.
"Baiklah senior IR, aku paham", jawab Gamma.
"Boleh aku bertanya, ada berapa tipe photon di grup ini?", Gamma lanjut bertanya.
"Wah ada banyak. Tidak mungkin aku sebutkan satu-satu", jawab IR-255. "Namun dari sekian banyak tipe photon, semuanya terbagi ke dalam lima golongan utama yaitu Radio, IR, Visual, Ultraungu, dan X-Gamma.".
"Masing-masing kelompok utama terbagi menjadi beberapa tipe. Misalnya aku bertipe IR, aku termasuk golongan utama IR. Termasuk ke dalam kelompok utama IR adalah photon tipe IR, L-IR, H_IR, V-IR, dan R_IR.", tambah IR-255.
"Wow keren. Bagaimana denganku? berarti aku termasuk ke dalam kelompok utama X-Gamma?", tanya Gamma bersemangat.
"Ya benar sekali. Kau masuk ke dalam kelompok utama X-Gamma", jawab IR-255.
"Bagaimana cara Ketua Umum membedakan tipe photon?", tanya Gamma lagi.
"Hooo, pertanyaan itu hanya dapat dijawab oleh Ketua Umum. Maaf", jawab IR-255.
"Begitu, ya tidak apa-apa IR-255".
"Apa kau menikmati pesta ini?", tanya IR-255.
"Sejujurnya aku masih sedikit gugup. Tidak ada yang aku kenal di sini.", jawab Gamma.
"Hahaha, tenang saja, santai. Nikmati pestanya, ini diadakan untuk menyambut kedatangan kalian. Kau dan empat anggota baru lainnya maksudku".
"Ya akan aku coba untuk menikmati pesta ini", jawab Gamma.
Gamma pun mencoba menikmati pesta tersebut. Dia mendekati satu kerumunan photon. Dilihatnya dua photon sedang berdansa ditengah kerumunan tersebut.
"Apa yang sedang mereka lakukan?", tanya Gamma.
"Mereka sedang melakukan tarian Interferensi", jawab salah satu photon di kerumunan tersebut.
"Wah keren", balas Gamma.
Tiba-tiba Ketua Umum menghampiri Gamma. Gamma pun terkejut.
"Tenanglah Gamma, aku hanya ingin berbincang-bincang denganmu", ujar Ketua Umum kepada Gamma.
"apa yang ingin engkau perbincangkan denganku wahai Ketua Umum?", tanya Gamma.
"Tidak ada yang serius", ucap Ketua Umum. "Kau adalah photon berjenis Gamma pertama yang bergabung dengan grup sejak grup ini didirikan. Dengan kehadiranmu di grup, rencana besarku akan segera dapat dilaksanakan, hohoho..", lanjut Ketua Umum.
"Rencana besar?", tanya Gamma penasaran.
"Ya. Tapi belum akan aku beri tahu detail rencanaku ini padamu. Akan tiba saatnya, yang jelas bukan sekarang", ucap Ketua Umum.
"Baiklah Ketua Umum", balas Gamma. "Boleh aku bertanya sesuatu padamu wahai Ketua Umum?, tanya Gamma lagi.
"Apa yang ingin kau tanyakan?", balas Ketua Umum.
"Bagaimana caramu menentukan tipe setiap photon di grup ini?"
"Hahaha....", Ketua Umum tertawa. "Kau ingin tahu bagaimana?", lanjut Ketua Umum.
"Iya Ketua Umum, aku ingin tahu", balas Gamma.
"Ada satu syarat yang harus kau penuhi terlebih dahulu", jawab Ketua Umum.
"Syarat apa wahai Ketua Umum?", tanya Gamma lagi.
"Syaratnya adalah, kau harus menjadi Ketua Umum", balas Ketua Umum.
Gamma ingin bertanya kembali, namun Ketua Umum lebih dulu berbicara. "Aku harus pergi sekarang. Ada suatu urusan yang harus kuselesaikan".
"Baiklah Ketua Umum. Semoga urusanmu terselesaikan dengan lancar", ucap Gamma.
"Ketua Umum meninggalkan ruangan..!!!", Ketua Umum pun berteriak, dilanjutkan dengan langsung pergi meninggalkan ruangan.
Gamma pun mencoba menikmati pesta tersebut. Dia mendekati satu kerumunan photon. Dilihatnya dua photon sedang berdansa ditengah kerumunan tersebut.
"Apa yang sedang mereka lakukan?", tanya Gamma.
"Mereka sedang melakukan tarian Interferensi", jawab salah satu photon di kerumunan tersebut.
"Wah keren", balas Gamma.
Tiba-tiba Ketua Umum menghampiri Gamma. Gamma pun terkejut.
"Tenanglah Gamma, aku hanya ingin berbincang-bincang denganmu", ujar Ketua Umum kepada Gamma.
"apa yang ingin engkau perbincangkan denganku wahai Ketua Umum?", tanya Gamma.
"Tidak ada yang serius", ucap Ketua Umum. "Kau adalah photon berjenis Gamma pertama yang bergabung dengan grup sejak grup ini didirikan. Dengan kehadiranmu di grup, rencana besarku akan segera dapat dilaksanakan, hohoho..", lanjut Ketua Umum.
"Rencana besar?", tanya Gamma penasaran.
"Ya. Tapi belum akan aku beri tahu detail rencanaku ini padamu. Akan tiba saatnya, yang jelas bukan sekarang", ucap Ketua Umum.
"Baiklah Ketua Umum", balas Gamma. "Boleh aku bertanya sesuatu padamu wahai Ketua Umum?, tanya Gamma lagi.
"Apa yang ingin kau tanyakan?", balas Ketua Umum.
"Bagaimana caramu menentukan tipe setiap photon di grup ini?"
"Hahaha....", Ketua Umum tertawa. "Kau ingin tahu bagaimana?", lanjut Ketua Umum.
"Iya Ketua Umum, aku ingin tahu", balas Gamma.
"Ada satu syarat yang harus kau penuhi terlebih dahulu", jawab Ketua Umum.
"Syarat apa wahai Ketua Umum?", tanya Gamma lagi.
"Syaratnya adalah, kau harus menjadi Ketua Umum", balas Ketua Umum.
Gamma ingin bertanya kembali, namun Ketua Umum lebih dulu berbicara. "Aku harus pergi sekarang. Ada suatu urusan yang harus kuselesaikan".
"Baiklah Ketua Umum. Semoga urusanmu terselesaikan dengan lancar", ucap Gamma.
"Ketua Umum meninggalkan ruangan..!!!", Ketua Umum pun berteriak, dilanjutkan dengan langsung pergi meninggalkan ruangan.
Minggu, 23 Juli 2017
Little Photon: Journey to The Edge of universe (Part 9)
Part 9: Identitas Baru
Photon masih sedikit kikuk di tengah riuh pesta dalam markas tersebut. Nyaris tidak ada partikel yang dikenalnya. Dia memperhatikan sekeliling, dan mendapati bukan hanya dirinya saja yang terlihat kikuk. Setidaknya ada dua photon lain yang terlihat sama kikuknya dengan dia. Photon pun menghampiri salah satunya.
"Hai kawan. Engkau juga baru ya?", photon memulai pembicaraan.
"Ah, hai juga kawan. Ya aku baru di sini. Engkau juga baru?", balas photon tersebut.
"Iya aku juga baru. Tidak ada yang kukenal di sini."
"Sama aku juga tidak mengenal siapapun. Sebaiknya kita berkenalan. Aku photon."
"Hai photon, senang berkenalan denganmu. Aku photon.".
"Senang juga berkenalan denganmu, photon."
Tidak berselang lama terdengar suara ketua rombongan.
"Kepada seluruh anggota baru grup Photon, harap berkumpul ke tengah ruangan"
"Wah kita dipanggil", seru photon. "Ayo kita ke sana", lanjutnya.
Ternyata selain photon, terdapat 4 partikel photon lain yang menjadi anggota baru grup Photon. Mereka berlima telah berkumpul di tengah ruangan dikelilingi oleh photon-photon lain yang telah menjadi anggota grup.
Ketua Umum pun mulai bicara.
"Kalian berlima, berbarislah".
Mereka pun berbaris. Photon berada di posisi paling belakang.
"Aku akan memberikan identitas baru bagi kalian. Setelah aku memberikan identitas baru, kalian tidak lagi akan dipanggil sebagai photon saja. Kalian akan dipanggil sesuai dengan indentitas baru kalian", ucap Ketua Umum.
"Sebagai pembuka, aku akan memperkenalkan diri pada kalian. Aku adalah Ketua Umum ke -324 Grup Photon. Identitasku adalah Ultraungu-5. Aku telah menjadi Ketua Umum selama 9000 periode aktivitas inti matahari."
"Karena jabatanku sekarang adalah Ketua Umum Grup, maka kalian harus memanggilku dengan panggilan Ketua Umum. Tidak kurang, boleh lebih, misalkan Ketua Umum yang Bijaksana, hohohoho...".
"Kata 'hohoho' tidak termasuk. Itu tadi diriku tengah tertawa".
"Cukup perkenalan dariku. Aku akan mulai memberikan identitas resmi kalian".
"Untuk anggota baru pertama. Aku berikan identitas baru padamu. Identitasmu sekarang adalah Jingga-2866".
"Selamat bergabung Jingga-2866", para anggota grup bersorak senang.
"Anggota baru selanjutnya silahkan maju", ucap Ketua Umum. "Padamu, kuberikan identitas baru. Identitasmu adalah Biru-1133".
"Selamat bergabung Biru-1133", kembali anggota grup meneriakkan sambutan.
"Selanjutnya, silahkan maju".
Photon urutan 3 pun maju.
"Wah, rupanya kita mendapat anggota baru yang cukup spesial. Tidak banyak anggota Grup yang setipe denganmu", ucap Ketua Grup.
"Identitasmu yang baru adalah Ultraungu-7"
"Waahhh... Ultraungu baru!! Selamat bergabung" teriak para anggota photon.
"Selanjutnya engkau, silahkan maju".
"Ya-ya-ya, aku tahu siapa engkau. Baiklah, identitasmu yang baru adalah Nila-1788", ucap Ketua Umum.
"Selamat bergabung Nila-1788", pekik para anggota Grup.
"Dan engkau photon terakhir, silahkan maju."
Photon pun mendekat.
Ketua Umum memandang photon secara teliti, setelah beberapa saat tiba-tiba Ketua Umum terkejut.
"Akhirnya, setelah sekian lama, engkau muncul juga", Ketua Umum bersorak gembira.
"Wahai anggota grup Photon. Dengarlah perkataan ku ini. Hari yang ditunggu telah tiba. Akhirnya grup kita berhasil mengumpulkan seluruh jenis photon yang ada di inti matahari.", Ketua Umum berteriak lantang.
"Dengan bangga aku anugerahkan padamu indentitas yang baru. Mulai saat ini, seluruh partikel yang menjadi anggota grup Photon akan mengenalmu sebaga Gamma-1!!".
"Gamma???", teriak salah satu anggota photon.
"Akhirnya grup kita memiliki anggota berjenis Gamma!!", teriak photon lain.
"Yeeeyyyy....!!!!" Suara gemuruh pun muncul.
"Selamat bergabung Gamma-1!!".
Dan sejak saat itu, photon pun dikenal sebagai Gamma-1, photon berjenis gamma pertama yang bergabung dengan grup Photon.
Photon masih sedikit kikuk di tengah riuh pesta dalam markas tersebut. Nyaris tidak ada partikel yang dikenalnya. Dia memperhatikan sekeliling, dan mendapati bukan hanya dirinya saja yang terlihat kikuk. Setidaknya ada dua photon lain yang terlihat sama kikuknya dengan dia. Photon pun menghampiri salah satunya.
"Hai kawan. Engkau juga baru ya?", photon memulai pembicaraan.
"Ah, hai juga kawan. Ya aku baru di sini. Engkau juga baru?", balas photon tersebut.
"Iya aku juga baru. Tidak ada yang kukenal di sini."
"Sama aku juga tidak mengenal siapapun. Sebaiknya kita berkenalan. Aku photon."
"Hai photon, senang berkenalan denganmu. Aku photon.".
"Senang juga berkenalan denganmu, photon."
Tidak berselang lama terdengar suara ketua rombongan.
"Kepada seluruh anggota baru grup Photon, harap berkumpul ke tengah ruangan"
"Wah kita dipanggil", seru photon. "Ayo kita ke sana", lanjutnya.
Ternyata selain photon, terdapat 4 partikel photon lain yang menjadi anggota baru grup Photon. Mereka berlima telah berkumpul di tengah ruangan dikelilingi oleh photon-photon lain yang telah menjadi anggota grup.
Ketua Umum pun mulai bicara.
"Kalian berlima, berbarislah".
Mereka pun berbaris. Photon berada di posisi paling belakang.
"Aku akan memberikan identitas baru bagi kalian. Setelah aku memberikan identitas baru, kalian tidak lagi akan dipanggil sebagai photon saja. Kalian akan dipanggil sesuai dengan indentitas baru kalian", ucap Ketua Umum.
"Sebagai pembuka, aku akan memperkenalkan diri pada kalian. Aku adalah Ketua Umum ke -324 Grup Photon. Identitasku adalah Ultraungu-5. Aku telah menjadi Ketua Umum selama 9000 periode aktivitas inti matahari."
"Karena jabatanku sekarang adalah Ketua Umum Grup, maka kalian harus memanggilku dengan panggilan Ketua Umum. Tidak kurang, boleh lebih, misalkan Ketua Umum yang Bijaksana, hohohoho...".
"Kata 'hohoho' tidak termasuk. Itu tadi diriku tengah tertawa".
"Cukup perkenalan dariku. Aku akan mulai memberikan identitas resmi kalian".
"Untuk anggota baru pertama. Aku berikan identitas baru padamu. Identitasmu sekarang adalah Jingga-2866".
"Selamat bergabung Jingga-2866", para anggota grup bersorak senang.
"Anggota baru selanjutnya silahkan maju", ucap Ketua Umum. "Padamu, kuberikan identitas baru. Identitasmu adalah Biru-1133".
"Selamat bergabung Biru-1133", kembali anggota grup meneriakkan sambutan.
"Selanjutnya, silahkan maju".
Photon urutan 3 pun maju.
"Wah, rupanya kita mendapat anggota baru yang cukup spesial. Tidak banyak anggota Grup yang setipe denganmu", ucap Ketua Grup.
"Identitasmu yang baru adalah Ultraungu-7"
"Waahhh... Ultraungu baru!! Selamat bergabung" teriak para anggota photon.
"Selanjutnya engkau, silahkan maju".
"Ya-ya-ya, aku tahu siapa engkau. Baiklah, identitasmu yang baru adalah Nila-1788", ucap Ketua Umum.
"Selamat bergabung Nila-1788", pekik para anggota Grup.
"Dan engkau photon terakhir, silahkan maju."
Photon pun mendekat.
Ketua Umum memandang photon secara teliti, setelah beberapa saat tiba-tiba Ketua Umum terkejut.
"Akhirnya, setelah sekian lama, engkau muncul juga", Ketua Umum bersorak gembira.
"Wahai anggota grup Photon. Dengarlah perkataan ku ini. Hari yang ditunggu telah tiba. Akhirnya grup kita berhasil mengumpulkan seluruh jenis photon yang ada di inti matahari.", Ketua Umum berteriak lantang.
"Dengan bangga aku anugerahkan padamu indentitas yang baru. Mulai saat ini, seluruh partikel yang menjadi anggota grup Photon akan mengenalmu sebaga Gamma-1!!".
"Gamma???", teriak salah satu anggota photon.
"Akhirnya grup kita memiliki anggota berjenis Gamma!!", teriak photon lain.
"Yeeeyyyy....!!!!" Suara gemuruh pun muncul.
"Selamat bergabung Gamma-1!!".
Dan sejak saat itu, photon pun dikenal sebagai Gamma-1, photon berjenis gamma pertama yang bergabung dengan grup Photon.
Sabtu, 22 Juli 2017
Little Photon:Journey to The Edge of Universe (Part 8)
Part 8: Markas Besar
Akhirnya photon dan grup yang menyambutnya pun sampai ke pintu gerbang markas besar. Di sana ada dua penjaga.
"Kata kunci", salah satu penjaga berkata pada pimpinan rombongan.
Pimpinan rombongan lalu berjalan mendekati pintu.
"Eehhmmm...... Hululalala-hulalahuhulahula-halaulalalulalulalalala!!!!!!"
Selesai mengucapkan kata kunci, pimpinan rombongan menunggu. Tidak berapa lama kemudian terdengar respon dari dalam gerbang.
"Kata kunci salah. Silahkan ulangi. Tersisa dua kesempatan lagi".
"Apa? baiklah aku ulangi. Hululalala-hulalahuhulahula-halaulalalulalulalalala!!!!!!" ketua rombongan kembali mengucapkan kata kunci.
".................."
"Kata kunci salah. Silahkan ulangi. Tersisa satu kesempatan lagi", respon yang sama kembali diberikan.
"Hei, apa yang terjadi? kemarin aku masih bisa menggunakan kata kunci ini", ucap ketua rombongan kesal.
"Penjaga pun merespon: "Tadi sebelum kalian datang, sistem keamanan pintu gerbang mengalami kerusakan. Jadi oleh tim pemelihara aset pintu gerbang diprogram ulang. Mungkin saja kata kuncinya ikut terprogram ulang".
"Kenapa kalian tidak mengatakannya sejak awal padaku. Apa kata kunci yang baru?"
"Kami tidak tahu", jawab penjaga.
"Merepotkan saja", ketua rombongan kemudian terlihat mengambil sesuatu dari dalam tubuhnya. Setelah dikeluarkan, ternyata yang dia ambil adalah kunci. Dia pun menggunakan kunci tersebut untuk membuka pintu gerbang, dan berhasil.
"Sejak awal aku memang tidak begitu percaya sistem keamanan otomatis ini, jadi aku selalu membawa kunci darurat".
"Baiklah, silahkan masuk". Rombongan pun masuk, termasuk photon.
Sesuai namanya, markas besar tersebut sangat besar dan luas. Namun anehnya hampir tidak ada apapun selain gambar photon-photon yang berjejer rapi pada dinding bangunan.
"Mereka siapa?" tanya photon penasaran.
"Mereka adalah para photon yang sukses melaksanakan misi mereka dan kembali", jawab ketua rombongan.
"Wooowwww.... sebanyak ini?"
"Ya. Gambarmu juga akan terpasang jika kau berhasil melaksanakan misimu.".
Sampailah mereka di suatu ruangan besar.
"Tunggu di sini. Sebentar lagi Ketua grup akan hadir".
Photon sedikit gugup. Dia membayangkan Ketua grup sebagai partikel photon yang sangat besar, garang.
Tidak berselang lama, terdengar suara teriakan.
"Ketua Umum akan memasuki ruangaaaannnn.....!!!"
Begitu berhenti suara tersebut, terlihat satu partikel photon bergerak menuju mimbar yang dikhususkan untuk Ketua Umum. Setelah partikel tersebut sampai, partikel tersebut berteriak.
"Ketua Umum telah hadir di ruangaaaannnn...!!!".
Rupanya Ketua Umum sendiri yang melakukan teriakan.
Photon yang menyaksikan prosesi kedatangan Ketua Umum pun terheran-heran.
"Mengapa dia berteriak begitu?"
"Entahlah. Sejak aku bergabung dengan grup ini, Ketua Umum sudah seperti itu", jawab salah satu photon yang berada di samping photon. "Aku dengar rumor kalau dulu Ketua Umum pernah terperangkap dalam kotak di suatu planet, bumi kalau tidak salah ingat. Beliau terjebak cukup lama dalam kotak tersebut. Hampir setiap hari Beliau selalu mendengar kalimat 'Paduka Raja akan memasuki istana kerajaan', atau semacam itu. Karena begitu sering mendengar ucapan tadi, Beliau pun menjadi terpengaruh. Begitu yang kudengar". Lanjutnya.
"Ya benar. Rumor lain menyebutkan kalau kotak yang memerangkap Ketua Umum disebut televisi", sahut photon lain.
"Hei kalian, cukup bicaranya. Ketua Umum akan memulai pidato penyambutan", ucap Ketua Rombongan kepada photon dan rekan bicaranya.
Ketua Umum pun mulai berbicara.
"Tanpa banyak berbasa-basi, sebagai Ketua Umum Grup Photon, aku nyatakan selamat bergabung untuk para anggota yang baru. Dengan ini kalian dinyatakan sah tergabung ke dalam Grup photon ini. Kalian akan diberi nomor induk. Nomor induk ini akan menjadi identitas kalian."
"Demikian pengumuman dariku.Silahkan berpesta", lanjut Ketua Umum.
Suara riuh pun muncul. Pesta penyambutan anggota baru grup photon dimulai.
Akhirnya photon dan grup yang menyambutnya pun sampai ke pintu gerbang markas besar. Di sana ada dua penjaga.
"Kata kunci", salah satu penjaga berkata pada pimpinan rombongan.
Pimpinan rombongan lalu berjalan mendekati pintu.
"Eehhmmm...... Hululalala-hulalahuhulahula-halaulalalulalulalalala!!!!!!"
Selesai mengucapkan kata kunci, pimpinan rombongan menunggu. Tidak berapa lama kemudian terdengar respon dari dalam gerbang.
"Kata kunci salah. Silahkan ulangi. Tersisa dua kesempatan lagi".
"Apa? baiklah aku ulangi. Hululalala-hulalahuhulahula-halaulalalulalulalalala!!!!!!" ketua rombongan kembali mengucapkan kata kunci.
".................."
"Kata kunci salah. Silahkan ulangi. Tersisa satu kesempatan lagi", respon yang sama kembali diberikan.
"Hei, apa yang terjadi? kemarin aku masih bisa menggunakan kata kunci ini", ucap ketua rombongan kesal.
"Penjaga pun merespon: "Tadi sebelum kalian datang, sistem keamanan pintu gerbang mengalami kerusakan. Jadi oleh tim pemelihara aset pintu gerbang diprogram ulang. Mungkin saja kata kuncinya ikut terprogram ulang".
"Kenapa kalian tidak mengatakannya sejak awal padaku. Apa kata kunci yang baru?"
"Kami tidak tahu", jawab penjaga.
"Merepotkan saja", ketua rombongan kemudian terlihat mengambil sesuatu dari dalam tubuhnya. Setelah dikeluarkan, ternyata yang dia ambil adalah kunci. Dia pun menggunakan kunci tersebut untuk membuka pintu gerbang, dan berhasil.
"Sejak awal aku memang tidak begitu percaya sistem keamanan otomatis ini, jadi aku selalu membawa kunci darurat".
"Baiklah, silahkan masuk". Rombongan pun masuk, termasuk photon.
Sesuai namanya, markas besar tersebut sangat besar dan luas. Namun anehnya hampir tidak ada apapun selain gambar photon-photon yang berjejer rapi pada dinding bangunan.
"Mereka siapa?" tanya photon penasaran.
"Mereka adalah para photon yang sukses melaksanakan misi mereka dan kembali", jawab ketua rombongan.
"Wooowwww.... sebanyak ini?"
"Ya. Gambarmu juga akan terpasang jika kau berhasil melaksanakan misimu.".
Sampailah mereka di suatu ruangan besar.
"Tunggu di sini. Sebentar lagi Ketua grup akan hadir".
Photon sedikit gugup. Dia membayangkan Ketua grup sebagai partikel photon yang sangat besar, garang.
Tidak berselang lama, terdengar suara teriakan.
"Ketua Umum akan memasuki ruangaaaannnn.....!!!"
Begitu berhenti suara tersebut, terlihat satu partikel photon bergerak menuju mimbar yang dikhususkan untuk Ketua Umum. Setelah partikel tersebut sampai, partikel tersebut berteriak.
"Ketua Umum telah hadir di ruangaaaannnn...!!!".
Rupanya Ketua Umum sendiri yang melakukan teriakan.
Photon yang menyaksikan prosesi kedatangan Ketua Umum pun terheran-heran.
"Mengapa dia berteriak begitu?"
"Entahlah. Sejak aku bergabung dengan grup ini, Ketua Umum sudah seperti itu", jawab salah satu photon yang berada di samping photon. "Aku dengar rumor kalau dulu Ketua Umum pernah terperangkap dalam kotak di suatu planet, bumi kalau tidak salah ingat. Beliau terjebak cukup lama dalam kotak tersebut. Hampir setiap hari Beliau selalu mendengar kalimat 'Paduka Raja akan memasuki istana kerajaan', atau semacam itu. Karena begitu sering mendengar ucapan tadi, Beliau pun menjadi terpengaruh. Begitu yang kudengar". Lanjutnya.
"Ya benar. Rumor lain menyebutkan kalau kotak yang memerangkap Ketua Umum disebut televisi", sahut photon lain.
"Hei kalian, cukup bicaranya. Ketua Umum akan memulai pidato penyambutan", ucap Ketua Rombongan kepada photon dan rekan bicaranya.
Ketua Umum pun mulai berbicara.
"Tanpa banyak berbasa-basi, sebagai Ketua Umum Grup Photon, aku nyatakan selamat bergabung untuk para anggota yang baru. Dengan ini kalian dinyatakan sah tergabung ke dalam Grup photon ini. Kalian akan diberi nomor induk. Nomor induk ini akan menjadi identitas kalian."
"Demikian pengumuman dariku.Silahkan berpesta", lanjut Ketua Umum.
Suara riuh pun muncul. Pesta penyambutan anggota baru grup photon dimulai.
Kamis, 20 Juli 2017
Little Photon: Journey to The Edge of Universe (Part 7)
Part 7: Penyambutan
Kurang lebih tiga hari telah berlalu, photon
masih juga belum menemukan tempat yang dimaksud oleh Lithium.
“Di mana gerangan tempat yang
dimaksud tuan Lithium, sudah cukup lama aku mencari tetapi masih belum bertemu
juga”, gumam photon dalam hati. “Apakah tuan Lithium membohongiku? Tapi untuk
apa, tidak ada motif. Lagipula beliau tidak terlihat sebagai partikel
pembohong”.
Baru saja berkata begitu,
tiba-tiba saja photon dikejutkan oleh segerombolan photon lain yang tiba-tiba
saja muncul entah dari mana.
"Yeeyyy... anggota baru!!" teriak salah satu photon.
"Selamat datang, selamat bergabung dengan kami!!" teriak photon yang lain.
Photon tidak dapat memahami situasi yang dialaminya saat ini. Bingung sebingung-bingungnya. Begitu banyak pertanyaan yang tidak dapat dia temukan jawabannya sampai-sampai dia lupa apa yang menjadi pertanyaannya. Photon hanya bisa diam dalam kebingungan.
Melihat reaksi photon yang terdiam begitu, salah satu photon menghampirinya.
"Hahaha, kau pasti bingung. Itu wajar. Semua rekan-rekanmu ini dulunya juga begitu, penuh kebingungan, hahaha..." kata photon diiringi tawa lepas.
""Apa yang sedang terjadi sekarang ini? aku tidak memahami kelakuan kalian" photon akhirnya dapat berkata-kata lagi walaupun tetap masih dalam kebingungan.
"Tenang, ini semua adalah perayaan kehadiranmu sebagai anggota baru grup kami." Jawab photon.
"Hah? aku tidak merasa mendaftar untuk menjadi anggota grup kalian" balas photon.
"Hahaha.. tidak photon kecil. Kau mendaftar, hanya saja kau tidak menyadarinya."
"Nanti akan aku jelaskan. Sekarang mari kita pulang ke markas besar dulu." Ucap photon sambil mengajak photon untuk mulai bergerak. "Tidak usah takut, kami rekanmu", lanjutnya.
"Baiklah." Photon pun mulai bergerak bersama grup photon yang mengagetkannya tadi.
"Sambil berjalan, aku akan bercerita sedikit tentang penyambutan tadi. Kami sudah mengikutimu secara diam-diam sejak tiga hari yang lalu, tidak lama setelah engkau memasuki daerah kami."
"Memasuki daerah kalian?" Photon penasaran.
"Ya. Kalau kau lihat grup yang menyambutmu tadi, semuanya adalah photon. Kami hanya menerima photon sebagai anggota karena kita semua memiliki misi yang sama. Kau tahu apa itu?"
"Aku ditugaskan oleh ayahku untuk menerangi alam semesta. apakah itu yang kau maksud?"
"Benar sekali. Kita semua adalah photon, partikel yang memiliki tugas mulia menerangi alam semesta." Jawab photon bersemangat. "Setiap photon memasuki daerah kami memiliki kesamaan. Mereka itu berusaha keluar dari matahari dan berusaha mencari petunjuk jalan. Kau kemari karena diberi petunjuk oleh Lithium kan? dia adalah partikel yang kami sewa untuk memberi petunjuk pada photon-photon terpilih".
"Jadi begitu rupanya."
"Benar. Lithium kami beri tugas untuk menyeleksi photon-photon yang memiliki tekad untuk melaksanakan misi. Namun tidak semua photon yang kemari memiliki tekad yang cukup kuat. Karena itu kami melakukan seleksi lanjutan dengan cara mengikuti photon-photon yang datang secara diam-diam selama 3 hari. Jika mereka tetap mencari keberadaan kami, maka kami akan menyambutnya seperti yang kami lakukan kepadamu. Akan tetapi jika dia berbalik arah dan keluar dari daerah kami, maka kami menganggapnya sebagai photon yang tidak cukup memiliki tekad."
"Jadiaku lolos seleksi kalian?" tanya photon.
"Benar sekali saudaraku, kau lolos secara memuaskan. Karena itu sekarang kau telah menjadi anggota grup kami walaupun belum resmi. Peresmian keanggotaanmu akan dilakukan di markas besar".
"Baiklah" jawab photon.
"Dengan menjadi anggota, kau berhak mendapat informasi terkait pelaksanaan misimu. Dan yang lebih menarik lagi, kau tidak akan sendirian dalam melaksanakan misimu."
"Benarkah?" photon tiba-tiba menjadi semangat. Sudah cukup lama aku melakukan perjalanan sendiri. Kedua adikku, neutrino, yang seharusnya menjadi teman perjalananku sudah terpisah dariku bahkan ketika kami baru memulai perjalanan."
"Hahaha.. kuberi tahu satu hal wahai photon saudaraku. Kita adalah partikel tercepat di alam semesta. Jika kau bepergian dengan partikel yang bukan photon, partikel tersebut tidak akan pernah bisa mengikutimu. Kau hanya dapat pergi dengan sesama photon.".
"Aku baru mengetahui hal ini".
"Masih banyak hal yang perlu kau pelajari, dan semua itu akan kau dapatkan di markas besar nanti."
"Baiklah, aku menjadi bersemangat", ucap photon.
Mereka pun melanjutkan perjalanannya menuju lokasi yang disebut markas besar.
"Yeeyyy... anggota baru!!" teriak salah satu photon.
"Selamat datang, selamat bergabung dengan kami!!" teriak photon yang lain.
Photon tidak dapat memahami situasi yang dialaminya saat ini. Bingung sebingung-bingungnya. Begitu banyak pertanyaan yang tidak dapat dia temukan jawabannya sampai-sampai dia lupa apa yang menjadi pertanyaannya. Photon hanya bisa diam dalam kebingungan.
Melihat reaksi photon yang terdiam begitu, salah satu photon menghampirinya.
"Hahaha, kau pasti bingung. Itu wajar. Semua rekan-rekanmu ini dulunya juga begitu, penuh kebingungan, hahaha..." kata photon diiringi tawa lepas.
""Apa yang sedang terjadi sekarang ini? aku tidak memahami kelakuan kalian" photon akhirnya dapat berkata-kata lagi walaupun tetap masih dalam kebingungan.
"Tenang, ini semua adalah perayaan kehadiranmu sebagai anggota baru grup kami." Jawab photon.
"Hah? aku tidak merasa mendaftar untuk menjadi anggota grup kalian" balas photon.
"Hahaha.. tidak photon kecil. Kau mendaftar, hanya saja kau tidak menyadarinya."
"Nanti akan aku jelaskan. Sekarang mari kita pulang ke markas besar dulu." Ucap photon sambil mengajak photon untuk mulai bergerak. "Tidak usah takut, kami rekanmu", lanjutnya.
"Baiklah." Photon pun mulai bergerak bersama grup photon yang mengagetkannya tadi.
"Sambil berjalan, aku akan bercerita sedikit tentang penyambutan tadi. Kami sudah mengikutimu secara diam-diam sejak tiga hari yang lalu, tidak lama setelah engkau memasuki daerah kami."
"Memasuki daerah kalian?" Photon penasaran.
"Ya. Kalau kau lihat grup yang menyambutmu tadi, semuanya adalah photon. Kami hanya menerima photon sebagai anggota karena kita semua memiliki misi yang sama. Kau tahu apa itu?"
"Aku ditugaskan oleh ayahku untuk menerangi alam semesta. apakah itu yang kau maksud?"
"Benar sekali. Kita semua adalah photon, partikel yang memiliki tugas mulia menerangi alam semesta." Jawab photon bersemangat. "Setiap photon memasuki daerah kami memiliki kesamaan. Mereka itu berusaha keluar dari matahari dan berusaha mencari petunjuk jalan. Kau kemari karena diberi petunjuk oleh Lithium kan? dia adalah partikel yang kami sewa untuk memberi petunjuk pada photon-photon terpilih".
"Jadi begitu rupanya."
"Benar. Lithium kami beri tugas untuk menyeleksi photon-photon yang memiliki tekad untuk melaksanakan misi. Namun tidak semua photon yang kemari memiliki tekad yang cukup kuat. Karena itu kami melakukan seleksi lanjutan dengan cara mengikuti photon-photon yang datang secara diam-diam selama 3 hari. Jika mereka tetap mencari keberadaan kami, maka kami akan menyambutnya seperti yang kami lakukan kepadamu. Akan tetapi jika dia berbalik arah dan keluar dari daerah kami, maka kami menganggapnya sebagai photon yang tidak cukup memiliki tekad."
"Jadiaku lolos seleksi kalian?" tanya photon.
"Benar sekali saudaraku, kau lolos secara memuaskan. Karena itu sekarang kau telah menjadi anggota grup kami walaupun belum resmi. Peresmian keanggotaanmu akan dilakukan di markas besar".
"Baiklah" jawab photon.
"Dengan menjadi anggota, kau berhak mendapat informasi terkait pelaksanaan misimu. Dan yang lebih menarik lagi, kau tidak akan sendirian dalam melaksanakan misimu."
"Benarkah?" photon tiba-tiba menjadi semangat. Sudah cukup lama aku melakukan perjalanan sendiri. Kedua adikku, neutrino, yang seharusnya menjadi teman perjalananku sudah terpisah dariku bahkan ketika kami baru memulai perjalanan."
"Hahaha.. kuberi tahu satu hal wahai photon saudaraku. Kita adalah partikel tercepat di alam semesta. Jika kau bepergian dengan partikel yang bukan photon, partikel tersebut tidak akan pernah bisa mengikutimu. Kau hanya dapat pergi dengan sesama photon.".
"Aku baru mengetahui hal ini".
"Masih banyak hal yang perlu kau pelajari, dan semua itu akan kau dapatkan di markas besar nanti."
"Baiklah, aku menjadi bersemangat", ucap photon.
Mereka pun melanjutkan perjalanannya menuju lokasi yang disebut markas besar.
Langganan:
Postingan (Atom)